Alhamdulillah, akhirnya Allah menunjukkan jalan yang baik bagi kami semua.
Entah apa yang terjadi dengan akhwat akhir2 ini. Selalu saja ada masalah yang kelihatannya agak susah menemukan jalan keluarnya. Begitu mudah saling menumpahkan perasaan, marah, sedih, kesal bahkan kadang ada kerling kebencian. Atau apakah aku yang salah menilai?
Kucoba mencari penyebab semua dan berharap dapat menemukan akar permasalahannya, tapi aku bahkan terjebak dalam masalah itu sendiri. Aku sempat merasa kurang nyaman dengan seorang akhwat senior yang selama ini aku kagumi, bahkan hampir kuanggap sempurna. Rasa tak nyaman itu bahkan tersimpan selama berbulan bulan dan sempat membuat aku menjaga jarak dengan akhwat tersebut, menghindarinya dan bahkan mencurahkan rasa tak enakku pada akhwat yang lain. Astagfirullah, tanpa kusadari, aku terjerumus dalam gibah. Nauzubillah min zalik.
Begitulah, selama berbulan bulan kusimpan perasaan itu, mencoba ikhlas menjalani semua ketidak nyamanan tersebut, tapi ternyata aku tak berhasil. Semakin kucoba tuk bersabar, semakin kuat juga rasa tak suka itu menghujam, menyesakkan dadaku. Sampai akhirnya tanpa kuasa kubendung, rasa tak sukaku akhirnya terwakili juga dengan sikap kerasku dalam menanggapi pernyataannya pada suatu pertemuan.
Anehnya aku merasa asing dengan diriku sendiri. Aku bertanya pada diri sendiri, benarkah yang berbicara tadi adalah aku yang selama ini di didik dengan santun dan diajarkan bertata krama? Mengapa tiba-tiba saja aku berubah jadi berbicara keras, bahkan sedikit membangkang? Apa yang terjadi padaku?
Hampir seminggu aku masih terus mencari jawaban atas perubahan karakterku tersebut, sampai akhirnya semua tercurah ditempat dan saat yang tak terencana. Subhanallah, Mahasuci Engkau Rabb yang telah menunjukkan jalan bagiku.
Ya, Dirumah murabbiyahku, ketika acara sharing sebagai ganti tarbiyah, akhirnya kutumpahkan semua unek-unek yang selama ini mengganjal dalam hatiku.Tapi aku tak mau mengungkapkannya disini. Tak etis bagiku mengungkapkannya. Biarlah hanya Allah, aku dan teman teman akhwatku saja yang tau. Alhamdulillah, ternyata aku tak salah mengungkapkannya kepada murabbiyahku dihadapan akhwat yang lain, karena sejak saat itu aku merasa lebih lapang. Aku bahkan sudah dapat berkomunikasi dengan akhwat yang kumaksud tanpa ada rasa enggan lagi. Bahkan aku sudah mulai dapat bercanda, menggodanya seperti sebelumnya, dan saling berbagi rasa seperti sediakala.
Subhanallah, ternyata sungguh tak nyaman menyimpan rasa tak senang terhadap sesama. Pengalaman yang dapat kupetik dari pengalaman ini adalah bahwa siapapun, bisa saja dihinggapi rasa tak nyaman atas perkataan, perbuatan orang lain, walaupun orang tersebut adalah akhwat yang tertarbiyah sekalipun. Ya, akhwat juga manusia biasa yang kadang khilaf, melakukan kesalahan yang bisa saja tidak dia sadari.
Hikmah lain yang dapat kupetik dari kejadian ini adalah bagaimana kita mencoba memahami seseorang. Dibalik semua kata atau perbuatan seseorang, pasti ada sesuatu hal yang menjadi sebab dia melakukannya. Bagiku, memang lebih bijakasana jika kita tak bertanya”mengapa kau melakukan ini padaku?”, tetapi mencoba mencari jawab atas tanya “mengapa ia berbuat begini?”.
Ya, mungkin tidak semua orang sependapat dengan ini, tapi ingin kukatakan, “cobalah!”. Siapa tau anda lalu bisa spendapat denganku.